| ilustrasi opname material proyek |
2. Hitung Nilai (Opname)
Modal yang telah diinvestasikan ke dalam proyek tentu masih memiliki nilai secara fisik maupun administratif. Secara umum nilai kapitalisasi sebuah proyek dapat diurai berdasarkan pos biaya awalnya, yaitu:
2) Nilai dokumen/surat legalitas lahan dan perijinan dan surat berharga lainnya;
3) Nilai material material;
4) Nilai tenaga kerja; dan
5) Nilai biaya operasional.
Nilai-nilai tersebut didapatkan dari tiga pos sumber yaitu hutang, investasi, dan modal awal
Bila proyek belum selesai 100% dalam arti produk belum tersedia untuk dijual, maka otomatis nilai pos biaya nomor 4 dan 5 akan hangus. Meski terhenti karena berbagai hal dan kondisi, owner harus bisa membuat neraca dan menampilkan semua sumber daya proyek dalam elemen-elemen laporan neraca proyek dan sumber-sumbernya. Contoh bentuk laporan neraca proyek secara sederhana dapat dilihat sebagai berikut:
| contoh neraca proyek |
2. Pos-pos asset proyek di AKTIVA dibiayai oleh sumber-sumber di PASSIVA.
Dari neraca proyek owner dapat mengetahui berapa modal yang dikeluarkan, berapa investasi yang diterima, berapa hutang, dan untuk keperluan apa sumber-sumber tersebut digunakan besarta nilai hasil/produk yang telah didapatkan/diwujudkan. Misalnya, untuk keperluan pengurusan legalitas surat-surat tanah (SHGB), modal yang dikeluarkan sebesar Rp. 2.000.000.000,- (passiva) yang mana hasil yang diperoleh terpecah menjadi 3 pos yaitu surat/sertipikat yang sudah menjadi SHGB senilai Rp. 1.800.000.000,- (aktiva), operasional sebesar Rp. 125.000.000,- (aktiva), dan sisanya dalam bentuk kas sebesar Rp. 75.000.000,- (aktiva). Dalam neraca secara sederhana digambarkan sebagai berikut:
Pos Aktiva:
- Operasional pengurusan SHGB : Rp. 125.000.000,-
- Sisa kas di rekening bank : Rp. 75.000.000,-
Pos Passiva:
Jumlah pos anggaran pengurusan SHGB di aktiva = pengeluaran modal di passiva = Rp. 2.000.000.000,- (balance)
Neraca proyek dibedakan dengan neraca laporan keuangan tahunan perusahaan owner. Neraca proyek hanya menampilkan pos-pos anggaran dan asset terkait proyek yang dikerjakan. Sementara laporan neraca tahunan berisi keseluruhan pos-pos anggaran dan asset perusahaan sepanjang tahun berjalan, termasuk anggaran dan asset yang tidak berhubungan dengan proyek. Neraca proyek disusun hanya untuk mengetahui posisi anggaran dan asset untuk menetapkan nilai kapitalisasi proyek yang diperlukan ketika proyek direncanakan untuk dikelola bersama dengan calon mitra (joint venture) atau akan diambil alih (take over) kepada pihak lain yang berminat. Bila owner mengerjakan lebih dari satu proyek, maka neraca proyek dibuat terpisah untuk masing-masing proyek.
Comments
Post a Comment